Rabu, 17 Desember 2008
nnnn
IDOLA CILIK 2 Audisi di setiap kota diikuti oleh lebih dari 2.000 anak RCTI kembali mencari bintang-bintang cilik lewat program Idola Cilik 2. Saat ini, manajemen stasiun televisi swasta pertama di Tanah Air ini tengah melakukan audisi di lima kota, yakni Surabaya, Yogyakarta, Medan, Bandung, dan Jakarta dengan harapan mendapatkan bintang yang berpotensi di dunia hiburan. ''RCTI kembali ingin mengulang sukses program talent search Idola Cilik. Tidak dimungkiri, program ini mampu menarik perhatian pemirsa dari berbagai kalangan, khususnya anak-anak,'' ujar Teges Prita Soraya, manager communications, Marcomm Dept RCTI. Tim Idola Cilik, kata dia, sudah merampungkan tugasnya dalam melakukan audisi di tiga kota. Dijadwalkan, Idola Cilik 2 akan mulai digelar pada 10 November mendatang. Proses audisi Idola Cilik 2 berlangsung di Surabaya pada 19-29 Agustus, Yogyakarta (14-15/10), Medan (20-21/10), Bandung (23-24/10) bertempat di Gedung Setia Bintang Graha, Antapani, dan audisi terakhir akan dilaksanakan di Jakarta pada 30-31 Oktober mendatang di Gedung Wanita Patra Pertamina, Jalan Sinabang 2 Terusan Simpruk, Jakarta. Sebelumnya, audisi Idola Cilik hanya digelar di tiga kota. Namun, mengingat tingginya animo masyarakat untuk mengikuti program pencarian bakat menyanyi anak-anak ini, pihak RCTI pun melebarkan wilayah audisi untuk Idola Cilik 2 menjadi lima kota. ''Antusias pemirsa pada program ini begitu besar. Hal ini terbukti dari tingginya jumlah penonton yang ikut berpartisipasi melalui voting SMS yang mencapai 25 persen dari seluruh Indonesia. Idola Cilik meraih share 30 persen dengan rating mencapai 4 poin,'' ungkapnya. |
| Disebutkan selama audisi di beberapa kota, peminatnya juga membeludak. Audisi di Surabaya, misalnya, diikuti sebanyak 2.500 peserta. Dari jumlah itu, tim juri meloloskan sebanyak 60 peserta terbaik untuk kemudian bersaing di Jakarta dengan peserta dari kota lainnya. ''Mereka nantinya akan diseleksi tim juri yang terdiri atas Ira Maya Sopha dan Winda Idol untuk dipilih menjadi 42 peserta dari seluruh kota audisi,'' papar Teges. Menurut dia, 42 peserta terbaik nantinya bakal masuk ke babak Menuju Pentas Idola yang ditayangkan RCTI secara langsung setiap hari, mulai 10 November. Setelah itu, peserta kembali disaring melalui voting SMS untuk mendapat 14 finalis yang akan beradu di pentas Idola Cilik pada 14 Desember 2008 yang akan disiarkan langsung setiap Ahad. Para finalis tersebut setiap pekannya akan menunjukkan kebolehannya di layar kaca, dan yang terburuk akan dieliminasi sehingga akhirnya ditemukan idola cilik sesungguhnya. Bintang Cilik Seleb Program Idola Cilik mencari seorang anak calon bintang dengan formula yang pas, kualitas suara yang baik, penampilan yang oke, dan kepribadian yang menarik. ''Kami mencari A Star Package. Tidak cukup punya suara bagus saja, tetapi juga aura bintang yang menonjol menjadi pertimbangan,'' katanya menambahkan. Syarat untuk mengikuti Idola Cilik, yakni anak berusia antara 7-12 tahun serta memiliki bakat dalam tarik suara. Sementara itu, persayaratan mengikuti audisi; peserta harus hadir di lokasi audisi yang telah ditentukan serta membawa akte kelahiran, foto postcard seluruh badan dan foto close up. Serta, menyerahkan cerita menarik tentang anak-anak dalam bentuk tulisan pada selembar kertas ukuran A4. ''Program Idola Cilik sendiri bertujuan untuk menyediakan wadah bagi anak-anak di seluruh Indonesia, sehingga dapat mengembangkan dan menyalurkan bakat mereka yang terpendam, khususnya dalam dunia tarik suara. Wujudkan impianmu menjadi bintang dengan mengikuti Idola Cilik,'' tandas Teges. Idola Cilik 1 telah berhasil membawa Rizky P Egeten dari Manado menjadi penghibur |
Senin, 08 Desember 2008
Selasa, 07 Oktober 2008
| Wisudawan Terbaik | ||||||||
| JANGAN PUAS SAAT BISA BERJALAN CEPAT, KARENA SESUNGGUHNYA YANG LAIN SUDAH BERLARI | ||||||||
| ||||||||
?Saat pertama kali mendengar nama Unair yang pertama terlintas di benak adalah mahasiswanya pintar-pintar. Unair tidak gampang dimasuki. Kesan itu tetap ada setelah saya ada di dalam Unair, tutur lulusan Sastra Inggris ini. Menurutnya, anak yang masuk Unair dengan niat yang pas-pasan, tergolong kecil presentasinya. Kebanyakan, mereka serius di bidang akademis. Mahasiswa akan dapat perhatian, jika ia bisa membuktikan diri dengan otak, dan bukan dengan tampilan fisiknya. Di sisi lain, anak ke satu dari dua bersaudara ini mengakui adanya perubahan. Ini bisa dimaklumi, perubahan mahasiswa juga mengikuti jamannya. Untuk itu Fakultas harus jeli, tukas putra dari (Alm) Jerry Tumbel ini. Hendaknya, Fakultas tidak hanya berkutat di lingkungan akademik saja. Tapi harus pergi ke dunia praktis. Saya melihat ada gap di sana. Buktinya, karyawan baru masih harus ditraining, imbuh pria yang gemar menikmati suasana pedesaan ini. Padahal, tidak dapat dipungkiri bahwa masyarakat kita terlanjur menganggap bahwa lulusan S1 itu untuk bekerja, dan bukan untuk ke S2. John Martin menyetujui, jika alumni turut dilibatkan. Alumni dapat diundang ke dalam kelas. Para adik kelas bisa juga diberi space untuk belajar di luar, jelas John. Selain itu, Fakultas harus rajin membina hubungan dengan instansi di luar. Sehingga menjadi tahu apa yang sedang dibutuhkan masyarakat. Memiliki kerangka kurikulum yang jelas dan bisa dikembangkan. ?Jadi, mahasiswa tidak lagi merasa bahwa yang didapatkannya di kuliah itu kurang. Setelah lulus harusnya ia tidak perlu kursus lagi, papar pria yang hobi membaca ini. Perlu diketahui, selain punya prestasi akademis, John Martin juga memiliki prestasi di tingkat nasional. Ia berhasil menjadi duta pajak, dan mendapat gelar sebagai Arjuna Pajak. Atas berbagai keberhasilannya itu, ia berkesempatan menyampaikan kiatnya. Bahwa menurutnya, melakukan sesuatu itu harus semaksimal mungkin. Jika saya meraih yang terbaik, maka itu adalah reward dan bukan target. Tapi ketika saya gagal, maka saya tetap puas, karena merasa sudah optimal. Yang dikejar bukan apa yang akan dilihat orang, tapi optimalisasi, papar John Martin. Seraya berkisah, untuk menjadi Duta Pajakpun tidaklah mudah. John Martin harus menyisihkan 27 Finalis se-Indonesia. Untuk jadi yang terbaik, apa yang bisa kita kerjakan harus disadari. Tidak ada yang dilahirkan terbaik, semua punya kemampuan dan kesempatan yang sama, tutur pria kelahiran Pekalongan 23 tahun lalu ini. Dalam hal ini, John Martin menilai bahwa Unair kurang merespon mahasiswanya yang berprestasi. ?Dalam sebuah talk show saya bertemu Dekan Fisip. Ia heran bahwa ternyata dua diantara empat Duta Pajak adalah mahasiswa Unair, sedangkan tidak ada kabar apapun di Unair. Namun sampai kapanpun saya akan bangga jadi alumni Unair. Saya lebih bangga disebut John Sastra Unair ketimbang John Martin, kisahnya. Menurutnya, Unair terasa lebih memberi perhatian pada mahasiswa yang berprestasi di bidang akademis. Padahal prestasi mahasiswa di bidang lain, justeru akan lebih mampu memperkenalkan Unair ke luar. Bahkan saya melihat di sebuah PTN, jika ada mahasiswa yang berprestasi dan dikenal masyarakat luas, maka ia akan mendapat penghargaan dalam sebuah upacara khusus, kritik John Tumbel. Sehubungan dengan hal ini, Unair terkadang harus mau melihat Perguruan Tinggi lain. Setidaknya, mahasiswa akan merasa terlecut untuk membangun sebuah prestasi. ">">"> |
Copyright 2007
Direktorat Sistem Informasi Universitas Airlangga
Kampus C Mulyorejo Gedung Rektorat lantai 2
Design by. fandyck-dsi